seeing is beLIEving

Resensi buku Sang Pemimpi

Judul : Sang Pemimpi

Penulis : Andrea Hirata

Penerbit : PT Bentang Pustaka

Halaman : x + 249 Halaman

Cetakan : ke-26, November 2009 (Edisi Revisi)

ISBN : 978-979-1227-81-0

Buku yang sangat menginspirasi kita semua, “Sang Pemimpi” memang sesuai dengan judulnya buku ini menggambarkan betapa superpower-nya kekuatan mimpi. Menyadarkan pembacanya bahwa mimpi itu adalah dapat menjadi kenyataan apabila diiringi semangat dan usaha untuk meraihnya. Saya sangat tergugah terutama dengan beberapa kutipan kata-kata Arai, salah satu tokoh dalam buku ini seperti, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” dan “Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!” (hlm.143).
Kutipan tersebut sangat luar biasa, menggugah saya untuk bermimpi setinggi langit dan terus bersemangat menjalani hidup untuk menggapai mimpi-mimpi yang saya miliki. Novel ini menyadarkan kita bahwa sesulit apapun keadaan kita, bukanlah hambatan menggapai cita-cita. Dengan keadaan yang sulit itulah seharusnya jiwa ini terlecut semangatnya untuk berjuang demi cita-cita dan masa depan yang berarti.
Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan kekuasaan Allah. Keteguhan dalam sosok Arai yang pantang menyerah, Jimbron yang lemah, lugu, unik namun setia kawan, dan tokoh sentral dalam cerita ini, si Ikal, menyajikan karakter manusiawi, yang berusaha untuk bertahan dan bangkit di tengah keterpurukannya, belajar dari segala sesuatu di sekelilingnya, dan tak segan memberikan pencerahan kepada sahabat-sahabatnya membuat cerita dalam novel ini semakin menarik.
Tak lupa dalam novel ini juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mula berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang sarat akan pesan-pesan moril.
Walaupun buku ini kurang bersinergi dengan buku buku pertama yaitu “Laskar Pelangi”, namun Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik. Di setiap peristiwa, penulis dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya.
Angkat topi untuk Sang penulis yang telah berhasil membuat suguhan kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan inspiratif. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi-mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yang sangat terbatas.

2 responses

  1. miqdad firdaus

    boleh di copy kan ?? buat tugas sekolah

    August 2, 2011 at 2:26 am

    • boleh asal dipahami dan dibaca juga semoga bermanfaat..

      October 1, 2011 at 6:13 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s